Anda Punya Kebiasaan Menunda di Bisnis? Ini Tips Cara Mengatasi

Kutus Kutus

Ini Jawabannya, Bisnis Kutus Kutus, Tips Mengatasi Kebiasaan Menunda

Bisnis Kutus Kutus Jawa Timur Cakra Squad, Tips Mengatasi Kebiasaan Menunda – penting Anda ketahui, agar hidup cepat tumbuh dan berkembang menuju target yang Anda tentukan. Namun sebelumnya, Anda harus tahu salah satu pepatah yang terkenal: “Orang sukses selalu mencari jalan, Orang gagal selalu mencari alasan”. Anda harus mencari jalan keluar untuk mengatasi kebiasaan buruk menunda.

Mengapa suka menunda? Karena tidak tahu prioritas pekerjaan yang harus dilakukan. Contohnya: dalam sehari ada orang yang melakukan banyak hal sekaligus dengan bersamaan, akhirnya semua pekerjaan tidak ada yang beres dan tuntas. Inilah ciri orang yang tidak tahu prioritas atau pekerjaan mana yang didahulukan.

Anda pasti mengetahui, mana yang menjadi prioritas pekerjaan dalam sehari, maka lakukan dan tuntaskan. Ada pepatah: “Selesaikan apa yang sudah dimulai”, karena pekerjaan yang dimulai adalah suatu tanggung jawab. Jika Anda ingin dalam jajaran orang-orang sukses, milikilah kebiasaan menuntaskan pekerjaan dari yang prioritas, satu per satu.

Menyelesaikan tugas satu per satu adalah kebiasaan atau habit yang baik. Dengan menyelesaikan pekerjaan, Anda keluar dari zona nyaman menunda nunda tugas dan kewajiban. Saat inilah Anda juga melakukan satu kebiasaan baik lagi, yaitu FOKUS. Lalu, hukum apa yang harus dipahami agar pebisnis Kutus Kutus tidak mempunyai kebiasaan menunda?

Hukum Yang Harus Dipahami Pebisnis Kutus Kutus Agar Tidak Punya Kebiasaan Menunda.

3 Hukum Yang Harus Dipahami Agar Tidak Punya Kebiasaan Menunda – sehingga Anda bisa berpikir ulang kerugian besar dari kebiasaan menunda. Hukum tersebut diantaranya:

  1. Hukum Proses

Kita harus tahu, bahwa segala hal yang muncul di muka bumi ini selalu melalui proses. Sering orang tidak suka proses karena disitu ada kerja keras, sakit, capek, berpikir dan lain sebagainya. Menunda adalah jalan utama menghindari proses dengan mengatakan besok, minggu depan, dua minggu lagi, 1 bulan lagi dan ujung ujungnya mengeluh dan mencari alasan untuk tidak masuk dalam proses.  Bagaimana cara mengubah mind set yang tentang proses?

Kita harus punya mind set FOKUS PADA HASIL AKHIR, bukan fokus pada sakitnya proses. Maka dari itu hasil akhis atau target harus diketahui lebih dulu. Analogi terbaik dari fokus pada hasil akhir adalah proses mengandun.

Jika diamati dan dirasakan, proses hamil 9 bulan itu melelahkan, menyakitkan dan menakutkan. Kadang ada mual tanpa alasan, pusing, perut bergerak dan badan menjadi berat. Tapi seorang ibu tahu bahwa setelah 9 bulan, akan lahir bayi yang lucu dan menggemaskan. Saat itu cinta ibu dan anak begitu membahagiakan. Sang ibu fokus tujuan akhir dan tidak akan membuat jalan pintas atau short cut dengan melahirkan pada umur 5 bulan. Maka fokuslah pada hasil akhir, proses harus dilalui dengan rasa syukur

  1. Hukum Trauma

Sering kita hidup di masa lalu dan kita mau trauma dengan kegagal yang dilalui. Mau mengembangkan usaha gagal, mau bisnis gagalm mau meningkatkan omzet gagal, mau memnuka cabang gagal, mau diet gagal, mau mengembangkan jaringan gagal. Lalu kegagalan ini masuk dalam mind set kita: “Ah ini tidak mungkin berhasil, saya sudah berkali kali mencoba selalu gagal, ini pasti membuat rugi” dan seterusnya.

Bagaimana mau sukses kalau tetap berpikir seperti itu? Lalu apakah ada hubungan antara masa lalu, masa sekarang dan masa depan? Jawabanya tidak. Untuk saat ini kita bisa menciptakan masa depan cerah dengan menarik hal hal yang positif melalui pikiran yang positif.

Terbukti bahwa sel tubuh kita selalu berubah, ada yang cepat ada yang lambat, tetapi dalam 2 tahun sel tubuh kita sudah berganti total. Pemikiran kita juga berubah dalam 5 tahun, Mungkin pada saat kita kecil yang paling enak itu naik sepeda, setelah remaja berubah yang paling enak itu naik motor. Pada saat umur 25 yang paling enak itu naik mobil. Saat umur 30 yang paling enak itu punya rumah dan seterusnya. Antropologi manusia dari segala aspeknya saja selalu berubah, bagaimana bisa seseorang maunya tetap saja, menyerah dengan trauma dan tidak move on?

  1. Memahaki Hukum Keledai dan Worter

Anda tahu, bahwa keledai mau berjalan kalau di depannya ada wortel? Ya keledai berjalan wortel juga berjalan sehingga keledai terus berjalan. Filosofi keledai dan wortel harus ada pada mind set kita, artinya kita herus punya TARGET dan GOAL baru. Tidak mungkin kita mendapatkan perubahan yang lebih baik kalau tindakan kita tidak berubah.

Harus ada terobosan baru yang berbeda, agar kondisi finansial kita juga berbeda. Maka perubahan kea rah positif itu perlu, perubahan mind set juga sangat perlu. Siapapun tidak akan sukses kalau tidak punya goal dan target yang baru.

“SUDAH TERJUAL RIBUAN BOTOL KUTUS KUTUS, KALAU TIDAK BERKHASIAT DAN MENSEJAHTERAKAN, TIDAK AKAN BEREDAR SEKENCENG ITU”